oleh

Seniman Berharap Ketua DKB Baru Bisa Mengayomi Semua Elemen Kesenian di Banyuwangi

KabarBanyuwangi.co.id – Banyak seniman, pemilik Sanggar Tari, Ketua Kelompok Kesenian juga pelaku seni lainnya, berharap banyak kinerja DKB baru bisa lebih baik dan mengayomi serta mewadahi semua elemen kesenian yang ada di Banyuwangi. Dalam garis besarnya, mereka menegaskan bahwa DKB bukan sebagai Event Organizer (EO), tetapi mitra kurasi seni.

Setelah ditetapkan sebagai Ketua, (kamis, 24.9/2020) di Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan pariwsita Banyuwangi, langsung dibentuk Dewan Pengurus Harian. Ketua: Hasan Basri. Wakil Ketua-I : Bambang Lukito. Wakil Ketua-II: Suko Prayotno. Wakil Ketua III: Slamet Sugiono. Sekretaris: Nani Asiamy. Wakil Sekretaris: Slamet Haryanto. Bendahara: Rin Dianingrum. Wakil Bendahara: Endang Sulistyani.

Bac Juga: Kerjasama Dengan Mahasiswa Baijing Film Academy, Kemenpar Garap Film Pendek Pariwisata di Banyuwangi

Sementara kelengkapan kepengurusan akan diselesaikan tiga hari ke depan yaitu pembentukan komite-komite.

“Saya yakin hasil keputusan formatur sesuai dengan hasil musyawarah mufakat. Tentu keputusan itu tidak bisa  menyenangkan semua pihak, tetapi kita  berada di organisasi seni. Kita semua cinta seni dan tentu cinta Banyuwangi. Melalui DKB ini, kita wujudkan program progam Pemkab berkait dengan seni dan kesejahteraan senimannya,” kata Ketua DKB baru Hasan Basri.

Guru SMPN 1 Banyuwangi menambahkan, Banyuwangi jangan hanya  berkutat di Banyuwangi, tapi harus terbang lebih tinggi dan lèbih luas cakupan kesadarannya.

“Oleh karena itu, kita perlu belajar juga pada seni luar daerah. Selain tetap mengedepankan pelestarian, terutama kesenian yang mau punah,” kata pria asli Desa Mangir, Rogojampi ini.

Baca Juga: Hasan Basri Ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB)

Pemilik Kelompok Angklung Larasari, Dusun Sukorejo, Desan Lemahbang Kulon, Kecamatan Singojuruh, Juwono, berharap banyak selain nguri-nguri kesenian daerah yang masih ada, DKB bisa diharapkan menghidupkan kembali kesenian daerah yang pernah ada di Banyuwangi.

“Harapan saya, DKB bisa melindungi terhadap karya Seniman. Mensejahterakan seniman, terutama yang sudah tua. Mengadakan pelatihan terhadap para seniman. Merevitalisasi Kesenian yang hampir punah, seperti Rengganis, Gembrung, Ahmad Muhammad, dan Mocoan pacul guwang,” kata Kang Ju, begitu sapaan akrabnya.

Harapan yang sama, juga disampaikan Jaljuli, pemilik Sanggar Tari Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi.  Kang Joel, begitu sapaan akrabnya, berharap ada perhatian seimbang dari DKB terhadap pelaku seni.

“Lebih aktif dan nyata programnya. Mau memperjuangkan kesejahteraan pelaku seni dan kebijakaannya selalu  imbang, baik untuk  pemerintah setempat, maupun kepada pelaku seni,” harap Kang Joel.

Baca Juga: Film “Yowis Ben-3” Pilih Banyuwangi Sebagai Lokasi Syuting

Aguk WN, mantan Sekretaris II DKB menginkan, seharusnya forum Musdalub menjadi ajang pilihan. Namun sudah ada kesepakatan dewan pengarah, musdalub akhirnya menjadi forum pengukuhan. Mengingat Hasan Basri memang orang yang sudah lama menjadi pengurus DKB. Sehingga Plt layak melanjutkan roda perputaran DKB hingga 2023.

“Jangan sampai yang jadi ketua orang yang ujug ujug. Artinya, orang baru datang, dijadikan ketua ya akhirnya DKB kehilangan roh dan keluar dari rel nya,” kata Aguk.

Sedangkan Pramu Soekarno, seniman Teater, berharap,  pengurus ke depan mampu membawa seluruh seni dan seniman lebih maju dan sejahtera.

“Ayolàh teman-teman semua, bersama sama mendukung kemajuan seni Budaya Banyuwangi bersama gerak semangat DKB nya,” komentar tokoh seni berambut putih itu. (uzi.bud)

_blank

Kabar Terkait