oleh

Simulasi Gerak Seni Sejumlah Destinasi Wisata, Serentak Pada Akhir Pekan

KabarBanyuwangi.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, secara berkesinambungan terus melakukan Simulasi Gerak Seni di sejumlah Distinasi Wisata pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu (22-23/8/2020) kemarin . Pantai Boom dan Sejumlah Hotel melakukan kegiatan secara simultan, dengan mengedepankan Protokol Kesehatan yang sangat ketat.

Menurut Camat Banyuwangi, Moch Lutfi, kegiatan apapun di masa new normal sekarang ini, seperti roda kereta api. Roda selisih harus jalan sebagai tuntutan percepatan pemulihan ekonomi rakyat, sedangkan roda selisih pola kewaspadaan terhadap menyebarnya Covid 19. Dalam kondisi apapun, ekonomi rakyat harus tumbuh dengan menggelar kegiatan, namun kita juga berupaya menghambat penularan dan penyebaran Covid-19.

“Kita tidak boleh berhenti menggelar kegiatan, dengan tetap melaksanakan prorokol kesehatan. SOP-nya memang benar-benar harus dipraktekkan, sebagai upaya menghambat laju penularan Covid 19. Kita tidak bisa menghentikan 100 %  penularan virus, karena kita tidak tahu dan tidak sadar saat kapan dan dimana kita tertular. Kalau tertular yang menulari juga siapa? Kita tidak tahu. Yang Kita tahu adalah ekonomi rakyat tersendat. Oleh karena itu kita tidak boleh menyerah begitu saja, supaya kita tidak kalah 2-0. Kalau drow saja, itu sudah terhitung bagus, apalagi dinyatakan menang,” ucap Moch. Lutfi.

Baca Juga: Bupati Titipkan Pesan Budaya dan Sejarah di Pengembangan Boom Marina

Baca Juga: Boom Marina Diproyeksikan Jadi Destinasi Unggulan Pemulihan Ekonomi Nasional 

Baca Juga: “De Koffie Haven van Banjoewangi”,  Event Ngopi Sambil Menikmati Selat Bali

Simulasi atraksi seni yang berlangsung di amfiteater Boom Eco Advinture Park kawasan Boom Marina, menampilkan Sanggar Lang-Lang Buana Banyuwangi dan Kromo Sono Budoyo Bangorejo. Rencananya, ke depan akan digilir kelompok kesenian yang mengisi acara di destiniasi wisata sebagai bentuk pemerataan.

“Kegiatan ini murni swadaya wali murid. Pihak Pelindo 3 mebantu tempat, sound system dan konsumsi. Pertunjukannya mulai pukul 16.00, untuk Bapak Bupati beserta rombongan dan mulai pukul 18.00 atau jam 6 malam, untuk penonton umum yang telah daftar secara online lewat Disbudpar,” kata pengasuh Sanggar Langlang Buana, Sabar Hariyanto saat ditemui di sela-sela kesibukan mengatur anggota sanggarnya.

Simulasi atraksi seni di Villa So Long, Menampilkan Sanggar Wongso Arum Wongsorejo pimpinan Riyadi. (Foto: Disbudpar)
Simulasi atraksi seni di Villa So Long, Menampilkan Sanggar Wongso Arum Wongsorejo pimpinan Riyadi. (Foto: Disbudpar)

Ketapang Indah Hotel yang memiliki tempat indah di tepi pantai dan Villa So Long, juga ikut serta menghadirkan kesenian tradisional sebagai daya tarik wisata di akhir pekan. Kententuan protokol kesehatan, juga tidak kalah ketatnya dengan destinasi lain. Kegiatan di sejumlah Hotel, memang diperuntukan tamu-tamu Hotel yang mulai menggeliat saat akhir pekan.

“Weekend kita gelar di sejumlah hotel, tujuannya memberikan service kepada tamu-tamu hotel. Sehingga mereka semakin merasakan kenyamanannya berlibur di Banyuwangi. Kami jemput bola. Kami mencoba memahami apa yang mereka mau. Menginap di hotel yang sudah dinyatakan siap menerima tamu, sekaligus kita suguhi hiburan kesenian tradisional. Selain di Ketapang Indah dan Villa So Long juga ada gelar seni tradisi di Hotel Dialog,” kata MY Bramuda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwista  (Kadisbudpar) Kabupaten Banyuwangi.

(Penulis: Fauzi Abdullah, staf Disbudpar Banyuwangi)

Redaksi menerima tulisan dari para Netizen, tentang apa saja asal tidak mengandung sara dan ujaran kebencian. Mulai dari Wisata, Kuliner atau cerita perjalanan. Bisa dikirim lewat email redaksi@kabarbanyuwangi.co.id atau melalui WhatsApp (WA) +6289682933707, beserta foto dan keterangannya. Terimakasih.

_blank

Kabar Terkait