oleh

Tak Kuat Menduda 13 Tahun Lamanya, Seorang Ayah Tega Cabuli Anak Kandung

KabarBanyuwangi.co.id – Akibat tidak kuasa menahan birahinya pasca menduda selama 13 tahun, DS (46) montir panggilan asal Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi ini tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri.

Perbuatan tak senonoh yang dilakukan oleh tersangka terhadap YM (14) yang tak lain anak kandungnya itu dilakukan berulangkali sejak tahun 2016 hingga 2020. Tepatnya ketika korban libur sekolah dan menginap di rumah tersangka.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin mengatakan, sejak 2007 tersangka bercerai dengan istrinya, YA (38). Setelah perceraian itu, tersangka sering mengajak korban menginap di rumahnya hingga tega menyetubuhi sang anak.

“Saat korban menginap itulah, tersangkan menyetubuhi anaknya. Korban pertamakali disetubuhi pada 2016 silam saat korban masih berusia 11 tahun. Perbuatan bejat itu berlangsung hingga tahun 2020. Korban disetubuhi setiap seminggu sekali atau pada hari libur,” kata Arman saat jumpa pers di Mapolresta Banyuwangi, Kamis (24/9/2020).

Baca Juga: Modus Kenalan di Facebook, Pelaku Curas Rampas HP dan Cincin Seorang Wanita

Baca Juga: Polisi Bekuk Diduga Sindikat Penipu Modus Hack Nomer HP dan WA Lintas Provinsi

Baca Juga: Usai Melakukan Enak-Enak Dengan Wanita Bokingan, Pelaku Embat Handphone

Tak hanya itu, lanjut Arman, tersangka mengancam korban tidak akan membiayai sekolah anaknya itu jika keinginanya tidak dipenuhi. Bahkan tersangka selalu membawa golok ketika akan berbuat jahat, sehingga korban merasa takut. Bahkan tersangka mengajak korban menonton video porno sebelum melakukan perbuatan bejatnya.

“Awalnya korban tidak mau, tapi tersangka mengancam tidak akan membiayai sekolah dan tersangka selalu membawa golok. Sehingga secara psikologis korban merasa diancam,” ungkapnya.

Aksinya itu, tambah Arman, baru terbongkar saat korban menceritakan perbuatan ayah kandungnya kepada ibunya. Mendengar pengakuan tersebut sang ibu langsung lapor ke polisi karena tidak terima dengan perbuatan mantan suaminya tersebut.

“Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 81 Ayat 3 dan atau Pasal 81 Ayat 1, jo pasal 76 d UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang undang No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang undang Jo pasal 64 KUHP,” pungkas Kapolresta. (fat)

_blank

Kabar Terkait