oleh

Tidak Pakai Masker, Pelanggar Disidang di Tempat

KabarBanyuwangi.co.id – Operasi Yustisi penegakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2020 mulai digencarkan di Banyuwangi. Petugas gabungan dari TNI/ Polri, Satpol PP dan Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi menggelar razia masker kepada pengguna jalan raya yang melintas di kawasan Taman Sritanjung, Senin (14/9/2020) siang.

Dalam razia yang digelar ini nyatanya masih banyak ditemukan pengendara roda dua yang tak mengenakan masker. Padahal, angka penyebaran Covid-19 di Banyuwangi tergolong cukup tinggi. Bahkan, Banyuwangi kini sudah masuk ke dalam wilayah zona merah penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

Tercatat ada puluhan pengendara motor yang terjaring dalam razia operasi yustisi ini karena tidak mengenakan masker saat berkendara di jalan raya. Mereka yang terjaring razia langsung disidang lokasi razia oleh hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi. Bagi pelanggar yang terjaring dapat memilih dua alternatif sanksi, yakni membayar denda kepada petugas Kejaksaan atau memilih untuk menjalani kurungan selama tiga hari.

“Saya tadi buru-buru mangkanya enggak pakai masker. Nyesel dan kapok rasanya, karena tak pakai masker saya didenda Rp 30 ribu lebih oleh petugas,”ujar Toni, salah satu pengendara motor yang tak menggunakan masker.

Baca Juga: Ada Wacana Denda Bagi Yang Bandel Tidak Bermasker Saat Keluar Rumah

Baca Juga: Masih Bandel Tidak Bermasker Saat Keluar Rumah? Ini Resikonya

Baca Juga: Tekan Penyebaran Covid di Banyuwangi, Polisi Bagi Masker Gratis ke Pengguna Jalan

Dalam Operasi Yustisi yang baru pertama kali digelar ini, nominal denda yang dibebankan dalam tiap pelanggaran hanya sebesar Rp 30 ribu. Namun,  sewaktu-waktu nominal tersebut bisa mebengkak menjadi Rp 250 ribu apabila pelanggar keperkgok berkali-kali melakukan pelanggaran yang sama tidak mengenakan masker di jalan raya.

“Pengadilan itu sebenarnya representasi dari pada negara. Negara itu membuat aturan tujuannya bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tapi untuk membuat masyarakat agar tertib terhadap aturan. Karena ini angka penyebaran covid-nya sudah naik dan zona merah, sanksi ini diberikan agar masyarakat tertib mengenakan masker agar penularan Covid-19 bisa dicegah,” ujar Ketua PN Banyuwangi, Syaiful Arif.

Sidang di tempat bagi pelangar Yustisia. (Foto: man)
Sidang di tempat bagi pelanggar Yustisi. (Foto: man)

Setelah dikenai denda, warga yang tidak mengenakan masker lansung diberi masker gratis oleh petugas guna memutus mata rantai penularan virus corona. Tingginya angka penyebaran Covid-19 di Banyuwangi ini juga tidak lepas dari minimnya kesadaran masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

Pemberlakuan denda bagi pengendara yang tidak mengenakan masker ini diharapkan menjadi efek jera sekaligus mendorong masyarakat agar lebih tertib dalam bermasker untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19 di Banyuwangi.

“Bagi pelanggar masker ini, akan langsung menjalani sidang ditempat. Setelahnya langsung dikenakan denda atau teguran. Sesuai dengan pelanggaran yang ada. Diharapkan, pemberlakuan denda ini bisa meningkatkan kedisiplinan bersama dalam melaksanakan pencegahan penularan virus,” tegas Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin saat memimpin operasi Yustisi bersama Bupati Abdullah Azwar Anas. (man)

_blank

Kabar Terkait