oleh

Trauma Orang Tua, Pasca Peristiwa Tewasnya Kakak Beradik Tenggelam di Pantai Ancol Banyuwangi

KabarBanyuwangi.co.id – Pasca tewasnya kakak-beradik akibat tenggelam di Pantai Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Kota Banyuwangi, anak-anak yang biasa bermain di pantai, hari ini terlihat sepi, Rabu (7/10/2020).  Bahkan, saat ini anak-anak warga Lingkungan Kerobokan, Keluruhan Kampung Mandar yang berdekatan dengan lokasi kejadian terlihat hanya bermain di sekitar rumah mereka, karena dilarang orang tuanya main di pantai.

“Tetangga saya semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anaknya, karena tidak ingin menjadi korban seperti peristiwa kemarin. Sebetulnya bahaya bagi anak-anak di sekitar Kampung Mandar, bukan akibat berenang saja. Anak-anak yang sering bermain lompat dari perahu ke perahu lain yang sedang sandar, itu bila terjadi datang ombak besar mendadak bisa tergencet,” ujar Ahmad Ali Wafa.

Baca Juga: Asik Berenang, Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ancol Banyuwangi

Baca Juga: Perahu Tenggelam, Dua Nelayan Tanjung Ditemukan Selamat Mengapung di Tengah Laut 

Wafa yang merupakan warga baru di Kampung Mandar Plengsengan, hanya bisa memberi tahu anaknya jika bermain di pantai bisa berbaya. Namun dirinya tidak bisa melarang anaknya bergaul dan bermain dengan anak pantai, bahkan sampai diajak bermain mandipun dia tidak tahu.

“Saya biasanya diberi tahu nelayan, jika anak saya bermain sekitar pantai di perahu. Mungkin maksud nelayan itu, agar saya lebih waspada dalam mengawasi anak saya,” tambah Wafa yang juga berjualan Ikan Laut sekitar tempat tinggalnya.

Baca Juga: Sebelum Melaut dan Dinyatakan Hilang, Perahu Sempat Difoto Anak Korban yang Masih Bocah

Sekitar Pantai Ancol Kelurahan Lateng, memang termasuk kawasan berbahaya. Pasir tiba-tiba amblas dan menelan apa saja yang di atasnya. Seperti kejadian kemarin, diguga dua korban kakak-beradik itu tertelan dan terjepit pasir. Peristiwa besar arus bawah juga pernah menelan banyak korban di Pantai Boom yang bersebelahan dengan Pantai Ancol sekitar tahun 1982-an, saat itu korbanya sejumlah atlit karate INKA yang sedang latihan.

“Sebetulnya sudah ada Papan Larangan Berenang di sekitar lokasi, tapi namanya anak-anak kalau tidak ada yang jaga pasti dilanggar. Setelah peristiwa kemarin, kami bersama tiga pilar Kelurahan, menyampaikan kepada Karang Taruna pengelola Pantai Ancol, untuk disampaikan kepada orang tau agar anak-anaknya dilarang renang atau mandi di laut, dengan memasang spanduk larangan mandi dan berenang,” kata Camat Banyuwangi Kota, Moch Lutfi kepada kabarbanyuwangi.co.id, Rabu (7/10/2020).

Lutfi juga terus meningkatkan pengamanan dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi, untuk mengadakan pelatihan cara menolong korban tenggelam dan evakuasinya.

“Ini sangat penting, agar bisa menyelamatkan jiwa yang dalam keadaan bahaya,” pungkas Lutfi. (sen)

_blank

Kabar Terkait