oleh

Undang Seniman dan Budayawan ke Pendopo, Bupati Anas Pamitan

KabarBanyuwangi.co.id – Meski masa jabatannya akan berakhir pada Februari 2021 mendatang, namun Bupati Abdullah Azwar Anas sudah berpamitan kepada seniman dan Budayawan Banyuwangi. Ratusan Seniman dan Budayawan Banyuwangi dari berbagai bidang kesenian, diundang secara khusus ke Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (16/9/2020).

Kepada para seniman yang difasilitasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi dan Dewan Kesenian Blambangan (DKB), Bupati Anas mengungkapkan, bahwa Seniman dan kesenian itu seperti oksigen yg harus dijaga.

“Selama ini saya tidak pernah memobilisasi seniman untuk mendukung saya,” tegas Bupati Anas.

Baca Juga: Disbudpar Banyuwangi dan DKB, Sepakat Perketat Protokol Kesehatan Pentas Kesenian

Baca Juga: Disbudpar Banyuwangi Gelar Pameran Benda Purbakala dan Lomba Vlog untuk Kaum Milenial

Baca Juga: Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Disbudpar Banyuwangi Tutup 6 Wisata Kuliner

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anas yang didampingi Kepala Disbudpar, MY Bramuda dan Plt Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Drs Hasan Basri, juga mengungkap banyaknya kritik dari berbagai pihak tentang pelaksanaan Banyuwangi Festival selama ia menjabat Bupati di ujung timur Pulau Jawa itu.

“Selama ini saya dibombardir banyak pihak, yang katanya saya hanya mengurus festival. Katanya saya tidak pernah mengurus bidang pertanian dan sebagainya. Padahal, anggaran pertanian dan perikanan mencapai Rp 400 Miliar. Sedangkan kebutuhan Festival hanya sekitar Rp 33 Miliar,” ungkapnya.

Menariknya, dalam kesempatan tersebut Bupati Anas sempat membeber tentang rencana pembangunan kawasan Kampoeng Osing, sebuah destinasi pedesaan tradisional, yang akan dibangun di sekitar wilayah Desa Kampunganyar dan Tamansuruh.

“Jadi, siapapun nanti Bupatinya, kawal kebijakan ini,” tandasnya.

Ratusan Seniman dan Budayawan Banyuwangi, saat mendengar Pidato Pamitan Bupati Abdullah Azwar Anas. (Foto: Eko Budi)
Ratusan Seniman dan Budayawan Banyuwangi, saat mendengar Pidato Pamitan Bupati Abdullah Azwar Anas. (Foto: Eko Budi)

Plt. Ketua DKB Banyuwangi, Hasan Basri, mengaku merasa tersanjung, merasa terhormat luar biasa, karena selama 10 tahun Banyuwangi diakui oleh siapapun mengalami lonjakan yang luar biasa.

“Dulu pake udheng saja malu. Sekarang naik pesawat pake udheng menjadi bangga. Ini pak bupati yg memulai. Sudah pada trek yang benar, ketika kebudayaan menjadi titik tolak pelaksanaan pembangunan Banyuwangi. Ruh-nya adalah kebudayaan, karena konten lokal sudah sangat kuat”, kata Hasan Basri yang akrab dipanggil Kang Son ini.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengarah DKB, Samsudin Adlawi menegaskan sikapnya yang tidak mau para seniman dan lembaganya dibawa ke ranah politik.

“Saya idealis. Kesenian jangan dibawa-bawa ke dunia politik. DKB tidak bisa lepas dari Pemkab, karena yang tanda tangan SK Pak Bupati. Sebelum akhir Nopember, akan ada Aktualisasi seni” pungkas penyair yang juga Direktur Radar Banyuwangi itu. (bud)

_blank

Kabar Terkait