oleh

Uniknya Melihat Langsung Penyu Bertelur di Pantai Boom

KabarBanyuwangi.co.id – Seekor penyu jenis lekang mendarat, dan bertelur di Pantai Boom, Kelurahan Mandar, Banyuwangi, Rabu (17/6/2020) malam. Moment proses bertelurnya hewan langka ini berhasil diabadikan gambarnya oleh petugas mitra polhut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang sedang berpatroli di kawasan pantai.

Setibanya di daratan, penyu yang memiliki panjang 67 centimeter ini langsung membentuk lubang di atas pasir menggunakan kakinya untuk dijadikan tempat bertelur. Setelah lubang berhasil digali secara alami, hewan langka ini pun langsung mengeluarkan telur-telurnya.

Ada sekitar 80 lebih telur yang dikeluarkan oleh si penyu lekang ini dalam waktu dua jam lamanya. Proses bertelurnya penyu ini bisa dibilang tidak secepat dari biasanya. Sebab, sebelum melakukan proses bertelur penyu ini kebingungan setelah mendarat di pasir pantai untuk mencari tempat yang aman.

Puluhan telur penyu. (Foto: man)

Selesai bertelur, oleh petugas bersama dua mahasiswa Universitas Brawijaya Malang yang kebetulan sedang melakukan penelitian tentang penyu di Banyuwangi, puluhan telur penyu langsung dievakuasi agar tidak dimakan predator. Setelah didata, dan di timbang beratnya, puluhan telur ini dibawa menuju tempat penetasan semi alami di kawasan Pantai Boom.

“Penyu ini jenis lekang panjangnya sekitar 67 centimeter. Kondisinya tadi agak sedikit luka kemungkinan karena gigitan predator saat berada di laut, tapi secara umum kondisinya sehat. Telurnya ada sekitar 80 lebih yang dikeluarkan, proses bertelur penyu ini tadi agak lama karena penyunya berputar-putar dulu mencari tempat yang pas untuk bertelur,” jelas Ardis Ten Sandi, Masyarakat Mitra Polhut BKSDA Jawa Timur wilayah Banyuwangi.

Relawan bersama dua mahasiswa berada di tempat penetasan semi permanen sedang menghitung telur penyu. (Foto: man)

Di tempat semi penetasan alami, telur-telur hewan langka ini akan terus di pantau perkembangannya oleh relawan Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) selaku pemerhati penyu di Banyuwangi. Pemantauan dilakukan secara kontinu hingga nantinya menetas selama kurang lebih 45 hari ke depan. Ssetelah mengeluarkan puluhan telur-telurnya, dengan sendirinya penyu kembali ke habitatnya menuju kawasan perairan Selat Bali.

“Sejak awal April hingga saat ini, tercatat ada sekitar 77 sarang penyu yang ditemukan di sepanjang kawasan pesisir pantai dari Pantai Mirah hingga Pantai Sobo. Tahun ini agak mundur tren nya, kalau tahun lalu Februari sudah ada  yang mendarat bertelur, tapi tahun ini baru awal April yang kita temukan,” kata Wiyanto Haditanojo, Pendiri BSTF.

Penyu merupakan hewan langka, dan dilindungi di dunia. Di sepanjang pantai Banyuwangi ada beberapa jenis hewan penyu di lindungi sering mendarat untuk bertelur. Diantaranya penyu lekang, penyu sisik, penyu hijau, dan penyu belimbing.

Di pantai Boom sendiri, merupakan habitat penyu lekang, dan sering kali digunakn pendaratan untuk bertelur. Agar hewan ini tiadk punah, relawan BSTF dibantu petugas mitra polhut BKSDA Jawa Timur terus melakukan penyelamatan telur penyu untuk kemudian dirawat, ditetaskan dan dilepasliarkan kembali ke lautan bebas. (man)

_blank