KKN Kelompok 10 di Desa Grogol, Kecamatan Giri, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id - Kondisi pandemi Covid-19 nyatanya
tak menyurutkan niat mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng,
Banyuwangi melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah wilayah pedesaan.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, para mahasiswa kini
dituntut bisa lebih adaptif dan inovatif di tengah pandemi dan pemberlakukan
pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Selama melaksanakan KKN, seluruh
mahasiswa harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Seperti yang dilakukan KKN kelompok 10 di Dusun Guwo, Desa
Grogol, Kecamatan Giri, Banyuwangi ini misalnya. Sebanyak 23 mahasiswa sepakat
membuat program kerja bertema "Ketahanan Keluarga".
"Kami sepakat mengusung tema 'Ketahanan Keluarga',
yang selanjutnya kami fokuskan pada kegiatan sosialisasi program Bengkel
Sakinah dan Gertak Nadi," kata Koordinator KKN Kelompok 10, Ahmad Hamim
Hidayat, Jum'at (13/8/2021).
Menurut Hamim, kedua program tersebut selaras dengan
program yang hingga kini terus digalakkan tim Pemberdayaan Kesejahteraan
Keluarga (PKK) Kabupaten Banyuwangi.
Melalui program ini, masih kata Hamim, persoalan rumah
tangga, seperti permasalah ekonomi, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan hak
asuh anak bisa langsung dikonsultasikan agar segera mendapat tindak lanjut.
"Bengkel Sakinah sendiri memiliki maksud untuk mengurangi kekerasan dalam
rumah tangga (KDRT), masalah ekonomi, masalah anak dan masalah lainnya yang
berpengaruh dalam keluarga," jelasnya.
Kemudian untuk Gertak Nadi, Hamim menambahkan, inovasi ini
dimaksudkan untuk meminimalisir terjadinya pernikahan dini di Kabupaten
Banyuwangi, khususnya di Desa Grogol.
"Kami berharap, sosialisasi dan wawasan yang kami
berikan kepada warga Dusun Guwo ini bisa bermanfaat," tuturnya.
Program-program yang disosialisasikan para mahasiswa ini
mendapat apresiasi dari warga setempat. Salah satunya Lailiyah, ia
mengapresiasi proaktif mahasiswa KKN Kelompok 10 IAI Ibrahimy Genteng dalam
membantu mengimplementasikan peogram kebijakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
"Tentu kami sangat bersyukur dusun kami kehadiran para
mahasiswa yang proaktif membantu warga desa, aparat desa, hingga
mensosialisasikan program pemerintah. Terimakasih, semoga sukses terus, dan
sehat terus mengingat saat ini masih situasi pandemi," jelasnya. (fat)