oleh

Patola, Jajanan Khas Menu Berbuka Puasa Paling Diburu Warga

KabarBanyuwangi.co.id –  Patola adalah jajanan khas warga Banyuwangi, yang paling diburu disaat bulan Ramadan tiba. Jajanan berbahan dasar tepung beras ini umumnya berwarna merah muda, hijau, dan putih berdiameter seukuran bola tenis, bentuknya mirip mie.

Pada bulan ramadhan, jajanan patola yang disajikan dengan santan dan gula merah cair ini menjadi menu andalan masyarakat Banyuwangi untuk berbuka puasa. Meski di tengah pandemi Covid-19, tidak membuat produksi jajanan patola menjadi lesu. Malah sebaliknya, produksi maupun penjualannya meningkat hampi 50 persen dibanding tahun lalu.

Jika tahun lalu hanya menghabiskan 25 kilogram tepung, namun untuk tahun ini seiring dengan makin melonjaknya permintaan, setiap produsen patola mampu menghabiskan hingga 50 kilogram per hari. Di rumah Ibu Istifalah, (56) warga Kelurahan Karangrejo ini misalnya, sejak ramadan tiba, selalu disibukkan oleh orang-orang yang beraktivitas membuat patola.

Untuk membuat patola, bahan dasar tepung beras terlebih dulu dicampur dengan air dan sedikit pewarna makanan. Adonan harus diaduk secara merata agar warna dan tekstur lembut dari patola bisa didapatkan secara merata pula. Setelah adonan jadi, barulah proses mencetak patola dimulai.

“Sejak awal puasa ramai terus pesanan patola. Awalnya takut gak laku karena ada corona, tapi malah banyak yang pesan. Kalu tahun lalu sehari hanya habis 25 kilo tepung sekarang malah 50 kilo tepung beras. Per lembar saya jual Rp 6 ribu, isinya 15 buah patola,” kata Istifalah, pembuat jajanan patola, Minggu (17/5/2020) siang.

Proses pembuatan patola dibutuhkan keahlian khusus agar bentuknya dan teksturnya lebih teratur. dengan menggunakan cetakan berbahan besi, adonan ditekan hingga mengeluarkan adonan yang berbentuk seperti mie. Setelah jadi,  barulah patola setengah jadi dikukus hingga matang.

“Untuk membuat patola ini ya harus orang yang sudah biasa. Kalu gak biasa nggak jadi patola. Cetakanya menggunakan besi yang sudah ada lubangnya. Usaha ini sudah saya jalani sejak dulu, sudah turun-temurun dari orang tua saya. Cetakan juga masih peninggalan dari ibu saya dulu,” tambah Istifalah.

Cara penyanjian untuk berbuka puasa pun sangat mudah. Siapkan santan, gula merah cair dan sedikit diberi tambahan garam. Setelah siap, barulan kuah dengan rasa manis ini disiramkan ke atas jajanan patola.

Selanjutnya, sajian jajanan patola dengan kuah santan dan gula merah cair ini siap disajikan sebagai menu berbuka puasa. Rasanya yang manis dengan paduan kelembutan jajanan patola, menjadi pelengkap ibadah puasa anda di bulan suci Ramadan ini. (eko)

_blank