oleh

Puluhan Mahasiswa Turun Jalan Tolak Perluasan TWA Kawah Ijen

KabarBanyuwangi.co.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Ijen (API) menggelar longmarch sejauh satu kilometer dari kawasan Kampus Universitas 17 Agustus Banyuwangi menuju kantor Bupati Banyuwangi dengan penjagaan ketat pihak kepolisian, Senin (24/8/2020).

Sempainya di depan Kantor Bupati mereka berorasi menentang rencana penurunan status Gunung Merapi Ungup-ungup.

“Kami menolak keras dan meminta Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk menyampaikan sikap terhadap persoalan ini. Karena proses keluarnya surat keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tidak melibatkan masyarakat langsung,” kata Adnan, koordinator aksi.

Baca Juga: Ratusan Pengusaha Sound System, Terop dan Pelaku Seni Demo Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi

Dalam orasinya, mereka juga mendesak pemerintah Banyuwangi menolak rencana perluasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen hinga kawasan gunung Merapi Ungup-ungup, yang saat ini statusnya adalah cagar alam.

Menurutnya, penurunan status gunung Merapi Ungup-ungup dari kawasan cagar alam menjadi Taman Wisata Alam (TWA), akan berdampak terhadap ekosistem disekitarnya. Karena selama ini kawasan tersebut merupakan kawasan penyangga air dan oksigen.

“Kami mengharap Bupati bisa berperan aktif menolak SK Perubahan Peruntukan Merapi Ungup-ungup dari Cagar Alam menjadi Taman Wisata Alam,” tambah Adnan.

Sebagai informasi pada tanggal 30 Juli 2020, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan SK no 318/MENLHK?SETJEN/PLA.2/2020, yang intinya menurunkan status lahan seluas 214,2 di Gunung Merapi Ungup – Ungup menjadi lahan untuk TWA Ijen. (san)

_blank