oleh

Seorang Pelajar Tak Berdaya Dicabuli Temannya Usai Dicekoki Miras

KabarBanyuwangi.co.id – Seorang pelajar berinisial VAI (16) menjadi korban pencabulan usai pesta minuman keras (miras) di sebuah kamar hotel di wilayah Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Pelakunya adalah teman laki-lakinya berinisial DN (21) warga Desa Lemahbang Dewo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara menuturkan, aksi pencabulan yang dialami VAI terjadi pada 11 Agustus 2020 lalu. Bersama teman-temanya pelaku mengajak korban ke sebuah hotel di Rogojampi untuk berpesta minuman keras.

Baca Juga: Polresta Banyuwangi Ringkus 10 Orang Diduga Pelaku Judi Togel Online

Melihat kondisi korban tidak berdaya akibat mabuk berat miras, pelaku mendekati korban dan mulai melancarkan aksi bejatnya. Tidak hanya itu, korban yang masih dalam kondisi tak berdaya akibat miras juga diajak menginap di kamar hotel dan baru keesokan paginya diantar pulang ke rumhnya.

“Korban diajak ke hotel untuk pesta miras. Setelah mabuk, korban disetubuhi. Korban juga diajak menginap di hotel tesebut, baru diantar pulang pagi harinya,” kata Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin di Mapolresta Banyuwangi, Kamis (27/8/2020).

Baca Juga: Pura-Pura Beli Motor, Pria Bertato Ini Malah Bawa Kabur Motor Penjual

Baca Juga: Usai Melakukan Enak-Enak Dengan Wanita Bokingan, Pelaku Embat Handphone

Kapolresta menambahkan, setiba dirumah, korban menceritakan kejadian yang dialami kepada orang tuanya. Tidak terima dengan perbuatan pelaku, orangtua korban langsung melapor ke polisi. Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dan sekaligus menagkap pelaku untuk kemudian menjalani pemeriksaan.

“Nah sampai di rumah, korban cerita ke orang tuanya. Kemudian oranya tua korban lapor ke kita, langsung kita tindaklanjuti. Pelaku juga mengakui jika sebelumnya telah meniduri korban pada bulan Juli 2020 lalu di sebuah kamar kos di Desa Pengantigan, Rogojampi,” tambah Kapolresta.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui semua perbuatannya. Saat ini pelaku masih di tahan di Mapolsek rogojampi. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 ayat (2), 82 ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya, minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Atau denda sebesar 5 miliar rupiah,” pungkas Perwira asal Makasar Sulawesi Selatan yang selalu sukses mengungkap berbagai kasus besar ini. (fat)

_blank

Kabar Terkait