Bumi Sroyo

Kenang Karya Almarhum Sumitro Hadi, Gelar Festival Sulur KembangFestival Tari Sulur Kembang


Kenang Karya Almarhum Sumitro Hadi, Gelar Festival Sulur Kembang

Keterangan Gambar : Salah satu kelompok peserta sedang menarikan tari karya almarhum Sumitro Hadi. (Foto: Budi Osing)

KabarBanyuwangi.co.id – Kiprah koreografer almarhum Sumitro Hadi dalam seni tari Banyuwangi tidak bisa disepelekan. Selain menghasilkan karya-karya tari monemental dan dicatatkan Hak Patennya, almarhum Sumitro Hadi juga memeilik murid tari yang tersebar di sejumlah wilayah di Banyuwangi.

Tercatat, sebanyak 273 peserta mulai tingkat SD sampai SMA, yang membawakan 6 karya Sumitro Hadi diantaranya: Tari Walang Kadung, Onclang Kidang, Gandrung Dor dan Cengkir Gading.

Acara festival ini diinisiasi oleh Family Jingga Putih yang beranggotakan para koreografer para mantan murid Sumitro Hadi, rata-rata dari mereka juga memiliki Sanggar Seni Tari juga.

Baca Juga :

Ketua Panitia, Sabar Hariyanto, menjelaskan, sesuai tema yang diangkat, pergelaran festival dimaksudkan untuk mengenang dan melestarikan (nguri-uri) karya sang maestro agar diteruskan oleh generasi penerus seni tari Banyuwangi.

“Juga bisa mengilhami para penata-penata tari muda yang perkembangannya sangat menggembirakan,” kata Sabar.

Menariknya, penetapan juara tidak seperti umumnya perlombaan. Tingkat SD, juara 1 sebanyak 15 penari, juara 2 sebanyak 20 dan juara 3 sebanyak 25 penari. Sedangkan untuk tingkat SMP - SMA, masing-masing juara sebanyak 10 orang.

Menurut Sabar Hariyanto, sistem tersebut dibuat semata untuk membangun kebanggaan, menyemangati dan memperkuat jati diri para penari.

"Anak-anak penari ini kan butuh pengakuan. Selain itu, sertifikat yang mereka terima juga berdampak pada prestasi pendidikan di sekolah mereka," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, MY Bramuda, mengungkapkan, Festival karya tari tersebut sudah masuk dalam list Festival Banyuwangi (Bifest).

"Yang digelar kemarin itu baru semi final. Finalnya nanti kita gelar di Aston," kata Bramuda.

Ditambahkan, festival tari yang diinisiasi kelompok-kelompok seniman ini akan terus digelar rutin dan masuk dalam daftar Bifest.

"Setiap tahun akan kita gelar dengan tema yang berbeda. Dan tidak hanya karya Pak Mitro, tapi juga karya koreografer lain," tambahnya. (bud)